PETANAM

Sabtu, 02 Januari 2016

CARA MENANAM SEMANGKA YANG BAIK

 

Semangka merupakan salah satu jenis buah yang sangat populer di Indonesia; dengan rasa yang manis dan kandungan air yang tinggi, semangka dapat menjadi alternatif pilihan buah yang menyehatkan dan juga menyegarkan. Ada beberapa jenis semangka yang cukup populer; semangka merah dan semangka kuning serta semangka non biji merupakan jenis yang paling dikenal. Sedangkan semangka lain seperti semangka inul dansemangka kotak juga mulai dikenal oleh masyarakat. Adapun tips mengenai cara budidaya semangka yang dapat dipraktekkan untuk memaksimalkan hasil panen adalah sebagai berikut.

Memilih Lahan Budidaya Semangka

Pemilhan lahan bercocok tanam semangka merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan budidaya semangka. Semangka membutuhkan kondisi iklim atau cuaca yang hangat agar dapat tumbuh secara sempurna. Biji semangka memerlukan suhu sekitar 25 hingga 30 derajat celcius untuk berkecambah dan tumbuh; suhu sekitar 20 hingga 25 derajat celcius untuk tumbuh, suhu pembuahan dan penyerbukan sekitar 25 derajat celcius serta suhu sekitar 30 derajat celcius untuk mendapatkan buah yang masak dengan sempurna. Hal tersebut menjadi faktor pertimbangan dalam memilih lahan yang tepat untuk budidaya semangka.
Pengolahan tanah penanaman semangka juga sangat penting; untuk tipe lahan berpasir hampir tidak diperlukan pengolahan khusus; namun untuk jenis tanah yang tidak berpasir maka diperlukan pengolahan agar tanah menjadi remah atau gembur. Kemudian pada lahan yang telah disiapkan dibuat bedengan sebagai tempat menanam biji semangka; penggunaan pupuk organik atau pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan tanah yang akan membantu semangka tumbuh dengan baik. Jarak antar tanaman sekitar 100 cm dengan lebar bedengan sekitar 3 meter untuk sistem tanam tunggal dan 6 hingga 7 meter untuk sistem tanam ganda dengan bedengan setinggi kurang lebih 50 cm.

Mempersiapkan Bibit Semangka

Salah satu bagian cara budidaya semangka adalah mempersiapkan bibit semangka; bibit dipersiapkan dengan cara menanam atau menyemai biji; biji dikecambahkan dengan cara dibasahi dan diperam dalam kertas sampul atau koran selama 1 hingga 2 hari. Setelah proses pembibitan maka biji akan berkecambah kemudian dipindahkan ke media persemaian. Bibit dengan calon akar sepanjang 2mm dapat disemai dalam polibag dengan kedalaman 1 hingga 1,5 cm. Letakkan polibag atau kantong persemaian di bawah sinar matahari dan disiram 1 sampai 2 kali sehari sampai dengan bibit berumur 12 hingga 14 hari sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

Pindah Tanam ke Lahan

Setelah biji disemaikan selama 12 hingga 14 hari maka akan ada 2 hingga 3 lembar daun yang tumbuh; waktu pemindahan sebaiknya dilakukan sore hari dengan cara memasukkan bibit beserta tanah ke dalam lahan dengan melepas polibag yang digunakan untuk menyemai. Adapun cara tanam semangka dengan jarak pohon dengan tanam sistem tunggal yang ideal adalah 90 hingga 100 cm x 3 meter; sedangkan dengan sistem ganda atau dua baris tanaman dengan jarak 90 hingga 100 cm x 6 atau 7 meter.

Pemupukan Tanaman Semangka

Setelah bibit semangka dipindahkan ke lahan maka platik hitam perak dapat diaplikasikan; dengan aplikasi plastik maka pemupukan dapat dilakukan sebelum atau pada saat proses pindah tanam dilakukan. Bedengan dapat diairi hingga cukup basah dan diberi pupuk organik sebelum bibit dipindahkan ke lahan. Bedengan kemudian diratakan sehingga plastik dapat menempel dengan sempurna. Plastik hitam perak sebagai bagian dari teknik budidaya semangka intensif dapat diaplikasikan dengan posisi warna hitam menghadap ke bawah dan diaplikasikan pada saat matahari sedang bersinar atau sekita pukul 09.00 hingga 14.00.
Adapun salah satu proses perawatan tanaman adalah dengan penggunaan pupuk kandang; pilih kondisi pupuk kandang yang benar – benar sudah jadi. Pupuk kandang yang belum jadi akan membuat tanaman semangka kerdil atau layu. Pupuk organik dapat digunakan sebagai alternatif pemupukan selain penggunaan pupuk ZA, Urea, TSP dan KCl. Jenis tanah juga menjadi bahan pertimbangan pemupukan; tanah berpasir memerlukan pupuk lebih banyak dibandingkan jenis tanah yang lebih liat.

Pemeliharaan, Panen dan Manfaat Plastik Hitam Perak

Adapun alternatif cara budidaya semangka intensif adalah dengan aplikasi plastik hitam perak; pemupukan dapat dilakukan hanya sekali saja. Selain itu dengan aplikasi yang rapat dengan tanah bedengan dan warna hitam dari plastik akan mencegah rumput serta gulma untuk tumbuh di sekitar tanaman semangka. Plastik dengan sisi perak menghadap ke matahari juga berfungsi menjaga suhu tanah serta menjaga kelembaban tanah sehingga mengurangi keperluan penyiraman.
Tanaman semangka perlu penyuluran ranting; hal ini dimaksudkan agar ranting tidak terlalu berhimpit. Posisi ranting yang berhimpitan dapat menyebabkan bunga mudah rontok serta memudahkan timbulnya penyakit. Pendangiran diperlukan untuk lahan tanpa aplikaasi plastik hitam perak. Ketika bibit semangka mulai tumbuh sepanjang 50 cm maka seresah dapat dipasang; ketika buah semangka mulai muncul juga perlu diberi alas.
Perempelan buah dilakukan pada buah yang tumbuh pada pangkal batang tanaman semangka sebagai bagian dari cara budidaya semangka intensif; sisakan 1 atau 3 buang semangka yang terletak kurang lebih 1 meter dari pangkal batang. Semangka jenis besar sebaiknya menyisakan 2 buah saja dalam satu batang; sedangkan untuk jenis semangka kecil dapat disisakan sebanyak 3 hingga 4 buah. Panen dapat dilakukan setelah 65 hingga 75 hari sejak bibit dipindah tanam.

BUDIDAYA CABE RAWIT

 

HEBRISIDA

Hebrisida ialah bahan organik maupun anorganik yang digunakan untuk mematikan rumput liar (gulma) yang mengganggu tanaman budidaya. Hebrisida dibedakan menjadi dua yaitu hebrisida organik dan hebrisida anorganik. Hebrisida organik menggunakan bahan organik untuk mematikan gulma sedangkan hebrisida anorganik memakai bahan anorganik (kimia) untuk mematikan gulma.
Metode penggunaannya bisa dengan ditabur atau disemprot namun jarang yang dikocorkan (kecuali untuk mematikan pohon). Hebrisida organik lebih aman bagi manusia dan binatang dibanding hebrisida anorganik yang mengandung bahan anorganik (kimia).
Penggunaan hebrisida harus berhati-hati agar jangan sampai mengenai tanaman budidaya (kecuali hebrisida tabur yang memiliki spektrum sempit) karena meskipun tidak serta merta mematikan tanaman budidaya namun dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya kelak.

FUNGISIDA

Fungisida adalah bahan organik maupun anorganik yang digunakan untuk membasmi hama jamur patogen pada tanaman. Fungisida Organik ialah bahan organik atau jamur baik yang dimanfaatkan untuk mematikan jamur patogen sedangkan Fungisida anorganik menggunakan bahan anorganik(kimia) untuk mematikan jamur patogen.
Metode yang digunakan dalam pengaplikasian fungisida bermacam-macam. Ada yang ditaburkan, disemprot dan disemprotkan. metode tabur biasanya diterapkan pada awal persiapan lahan tanam untuk mengurangi kadar jamur patogen dalam tanah sedangkan metode semprot dan kocor dilakukan setelah tampak gejala serangan jamur pada tanaman.
Fungisida organik lebih aman digunakan karena tidak beracun bagi manusia dan binatang serta tidak  mencemari tanah sedangkan fungisida anorganik mengandung bahan aktif kimia yang berbahaya bagi manusia dan binatang serta dapat mencemari tanah. Penggunaan fungisida anorganik secara berlebihan justru dapat membuat jamur menjadi resistan (kebal) terhadap bahan aktif yang dipakai dalam fungisida tersebut. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dalam menggunakannya.

Kamis, 31 Desember 2015

INSEKTISIDA

Insektisida ialah bahan organik maupun anorganik yang berfungsi untuk membasmi hama serangga. Insektisida dibedakan menjadi dua macam yaitu yang Organik dan Anorganik. Insektisida Organik adalah bahan organik yang dimanfaatkan untuk membasmi hama serangga. Sedangkan Insektisida Anorganik ialah bahan anorganik (kimia) yang dimanfaatkan untuk membasmi hama serangga.
Metode pengaplikasian insektisida bermacam-macam. Ada yang ditaburkan, maupun disemprotkan namun jarang sekali yang dikocorkan. Waktu pengaplikasiannya ada yang diawal persiapan lahan (biasanya insektisida model tabur) ada pula yang menunggu gejala serangan muncul.
Insektisida Organik memiliki keuntungan lebih aman digunakan ketimbang insektisida anorganik yang bisa meracuni manusia dan binatang jika tidak digunakan secara bijak.

BAKTERISIDA

Bakterisida ialah bahan organik maupun anorganik yang bersifat membasmi bakteri patogen. Bakterisida pada tanaman dibagi menjadi dua jenis yaitu bakterisida organik dan bakterisida Anorganik. Bakterisida Organik ialah baik (Efective Micoorganisme) yang dimanfaatkan untuk menekan perkembangan bakteri patogen sedangkan Bakterisida Anorganik ialah bahan atau zat Anorganik (kimia) yang digunakan untuk mematikan bakteri patogen.
Metode penggunaan bakterisida sendiri bervariasi. Ada yang ditaburkan, disemprotkan atau dikocorkan. semuanya tergantung bagian tanaman yang diserang bakteri patogen. Waktu pengaplikasiannya juga bermacam-macam. Bakterisida bisa diaplikasikan pada awal persiapan lahan maupun pada waktu gejala serangan bakteri patogen muncul.
Bakterisida Organik lebih aman diberikan pada tanaman karena tidak memiliki dampak buruk pada lingkungan. Berbeda dengan Bakterisida Anorganik yang bersifat kimia jika diberikan secara berlebihan dapat membuat bakteri patogen menjadi resistan (kebal) terhadap bahan aktif yang digunakan pada bakterisida anorganik tersebut.